Inglourious Basterds: Kisah Pembunuhan Hitler Menggunakan Film 7
Kamis, 29 Okt '09 13:37
Saya menyukai film-film berlatar belakang Perang Dunia kedua. Film Inglourious Basterds (IB) yang mengambil setting tentang pendudukan NAZI di Perancis pada tahun 1940-an tentu menarik untuk disimak.
Saya tidak akan menulis soal spoiler atau jalan cerita di sini, tapi menurut saya cerita IB ini begitu menarik, karena menyangkut tokoh kontroversial Adolf Hitler.
Ada banyak versi tentang kematian Führer (pemimpin) Jerman tersebut. Kematiannya memang misterius, mungkin karena faktor politis. Namun banyak versi merujuk ke arah bunuh diri atau pembunuhan dengan racun sianida.
IB memberikan versi lain tentang pembunuhan Hitler menggunakan film. Sutradara Quentin Tarantino memang memiliki obsesi yang kuat tentang kekuatan film.
Dalam cerita IB, Adolf Hitler mati ketika menghadiri salah satu pemutaran film. Membakar bioskop di mana semua para petinggi NAZI hadir dalam satu tempat tentu sebuah "kebetulan" yang sangat menguntungkan pihak Sekutu karena bisa menghentikan perang.
Soal akurasi sejarah, mungkin masih masuk akal, namun yang namanya film, selalu ada saja "penyimpangan-penyipangannya". Salah satunya adalah ketika ada petinggi Jerman berkumpul dalam satu tempat, kenapa keamanannya sangat minim? Bahkan di pintu opera tempat Hitler duduk, cuma ada 2 penjaga saja.
Bahkan Letnan Aldo Raine sang pemimpin IB pun menyadari ada yang aneh. Mengubah rencana mendadak itu bukan gaya NAZI.
Sukar dibayangkan ruang projeksionis (petugas pemutar film) yang berada di atas para hadirin, steril dari pengawasan. Seperti juga aneh, tumpukan seluloid sebanyak itu di balik layar bisa tak terendus. Bukan kah biasanya kalo akan ada pejabat, suatu tempat akan disterilkan dulu?
Tarantino bahkan membuat plot cerita operasi Kino (Kino dalam bahasa Norwegia berarti "film/bioskop"), sebuah operasi rahasia yang dilancarkan oleh OSS (agensi rahasia Inggris), yang ternyata memiliki misi yang sama: meledakkan bioskop ketika semua petinggi NAZI berkumpul.
Intinya: Hitler dibunuh sehingga perang berhenti karena kekuatan film.
Bagi penggemar Tarantino, pasti setuju mengatakan bahwa film ini tipikalnya. Satire-nya kuat dan terjaga, sinismenya ada, sadismenya juga masih muncul, kendati tak begitu berdarah-darah (beberapa adegan sadis memang disensor).
Percakapan panjang dan rumit di kafe bawah tanah dengan teknik pengambilan gambar mengelilingi meja itu mirip dengan salah satu adegan di Pulp Fiction. Adegan si Landa nenggak susu segelas dalam sekali tenggak, juga mirip adegan dalam Pulp Fiction. Adegan minum dalam sekali tenggak juga dilakukan sebelum adegan pembantaian.
Cara si Zoller menembak Shosanna (Yahudi yang selamat oleh pembantain, si empunya bioskop yang berencana membakar bioskopnya sendiri) juga mirip dengan gaya Mr. Orange di Reservoir Dogs.
Tarantino sepertinya memang benar-benar mempresentasikan dirinya di film ini. Konon menurut Umma Thurman, Tarantino yang seorang foot fetish, Tarantino juga merepresentasikan orientasinya itu dalam adegan ketika Kolonel Hans Landa menginterogasi Bridget von Hammersmark.
Secara keseluruhan, film ini menurutku keren. Adegan sadisnya memang membuat saya sempet ngilu, namun emosi yang terbangun dalam setiap adegannya membuat saya mencoba untuk terus menontonnya. Bahkan saya sempat merasakan "merinding", bagaimana jika saya berada dalam situasi tersebut, terutama ketika saling todong di bar dan akhirnya saling bunuh.
Tag: inglourious basterds, NAZI, PD, Jerman, Perang, Adolf Hitler, Tarantino
Terkait:
-
The Boys of Paul Street (1969)
Selasa, 12 Jul '11 14:53 -
Young Törless (1966)
Sabtu, 9 Jul '11 17:03 -
Twin Sisters (2002)
Sabtu, 2 Jul '11 16:08
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
candrakirana: Good Take
-
sabai: Good Take
-
yurika: Box Office
-
kniwe: Good Take
-
oksbangs: Good Take
-
I wrote SYN not Tragedies: Good Take

Komentar:
kemarin baru dapet versi cam nya. hehehe..
dahsyaaaattttt
pertarungan psikologis Landa dan LaPadite
plus aktor yang meranin Landa, dahsyat banget aktingnya
9.5 of 10 stars.
I think Inglourious Basterd is Tarantino's masterpiece
I am Basterdddd!!!
senyumnya maut. cara mengaduk-aduk emosi lawannya dahsyat. memojokkan dengan pertanyaan-pertanyaan yang mampu membuat lawan bicara tercekat.
sekilas sedikit mengingatkan saya pada John Malkovich
Lalu beberapa baris ke bawah:
"Dalam cerita IB, Adolf Hitler mati ketika menghadiri salah satu pemutaran film. "
laaah itu spoiler poool!!
nice write up on tarantino though!
8.5 of 10 stars
msh ada bagian2 yg ganggu soal keamanan yg minim td... n Christoph Waltz memang pantas bgt u/ Oscar, di biografinya dia beneran fluent in Italian & French lho...
soal dar der dor di bar...
ITU SUNGGUH KEREN!!!!
hell yeah pokoknyaa!!!
Silahkan login untuk memberikan pendapat