True Blood: Vampir Juga Manusia? 3
Senin, 2 Nov '09 10:36
Ditayangkan di HBO, serial televisi ini dengan sukses meramu romantisme, aksi laga, ketegangan dan adegan bermandikan darah yang biasanya hanya muncul di film slasher, plus bumbu komedi di sana-sini. Sutradaranya jagoan deh! Dia adalah Alan Ball, yang pernah menyutradarai serial Six Feet Under dan pernah menulis American Beauty. Ya, film yang menang oscar tahun 1999 itu.
Alan Ball mengangkat kisah vampir ini dari novelnya Charlaine Harris, yang dia temukan secara ‘tidak sengaja’ saat iseng mampir ke toko buku akibat datang terlalu awal ke dokter gigi. Saat membaca novel itu, Alan mengaku nggak bisa menutupnya, bab demi bab dilalap dengan cepat. Alan suka dengan dunia ciptaan Charlaine, dimana para vampir muncul dari dunia ‘bawah tanah’nya dan membuka identitas kepada manusia.
Saya belum baca bukunya, tapi sangat menikmati serialnya. True Blood membuat sosok vampir menjadi manusiawi. Baik manusia maupun vampir tidak ada yang hitam putih, semua punya sisi gelap atau abu-abu, termasuk tokoh protagonisnya. Beberapa vampir digambarkan sebagai sosok yang seksi, ada yang cool, trendy dan suka pesta. Sementara ada juga sosok vampir yang pria rumahan, kebapakan dan hidupnya seolah ‘lurus’ tapi gay. Yup, karakternya cukup kompleks, kayak manusia.
Bill Compton, sang vampir protagonis, digambarkan sebagai pria tampan yang elegan, cool dan perilakunya sangat gentleman. Bill hidup awal abad ke-19. Meski umurnya sudah ratusan tahun, dia bertahan dengan penampilan usia awal 30an, saat dia dipaksa berubah menjadi vampir. Nah, proses seorang manusia bisa menjadi vampir juga diceritakan dengan menarik. Nggak perlu saya ceritakan disini, biar tetep asik kalau teman-teman menonton serial ini.
Bill mencoba untuk mainstreaming, istilah buat vampir yang mencoba untuk hidup berdampingan dengan manusia, meski mereka hanya bisa keluar rumah di malam hari. Karena itu Bill berkunjung ke bar tempat Sookie bekerja dan jatuh cinta pada gadis muda ini. Bill juga berusaha membentuk citra vampir yang lebih positif, bahwa mereka nggak sembarangan membunuh manusia demi memuaskan rasa haus darahnya. Tapi upaya Bill untuk berbaur dengan manusia ini mendapat tanggapan sinis dari seorang vampir berpengaruh, semacam ketua gang vampir. Ah, tentu tokoh protagonis harus menghadapi tantangan berat kan, termasuk memperjuangkan hubungannya dengan Sookie. In short, serial ini seru!
Tag: vampir, vampire, true blood, cinta
Terkait:
-
True Blood: Satu Sisi Romantis
Selasa, 27 Okt '09 12:48 -
True Blood: Darah.. Sluuurps!
Senin, 26 Okt '09 16:12 -
Dracula (1992)
Selasa, 13 Jul '10 21:39
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kniwe: Informatif
-
oksbangs: Informatif
-
JuliaJessicaJennifer: Good Take

Komentar:
Silahkan login untuk memberikan pendapat