Film Horor (atau Sensual) Indonesia 6
Senin, 23 Nov '09 10:01
Jagat perfilman Indonesia yang digadang-gadang akan bangkit lagi sejak kemunculan film Ada Apa Dengan Cinta sepertinya menuju ke arah-arah yang (kebanyakan) kurang jelas (terutama di kualitas).
Genre film bertema seksual dan alam ghaib ternyata masih mendominasi. Bahkan film-film alam ghaib pun kental dengan aroma sensual. Apakah ini memang diminati masyarakat atau produser yang memaksakan "selera" ini ke masyarakat?
Simak saja beberapa judul film (yang mungkin maunya) bergenre horor. Namun ujung-ujungnya, saya malah tertawa terbahak-bahak ketika menontonnya. Misalnya saja, "Darah Janda Kolong Wewe", "Hantu Binal Jembatan Semanggi", dan "Air Terjun Pengantin".
Saya memang sengaja menonton film "kebanggan" Indonesia ini karena jenuh juga melihat antrian film 2012 dan "Datang Bulan" alias "New Moon". Namun rupanya tidak hanya kedua film "barat" tersebut yang tiketnya sering habis terjual, buktinya tiket film "Hantu Binal Jembatan Semanggi" itu juga ludes terjual sehingga mengharuskan saya mengurungkan niat melihat akting "menggemaskan" Five Vi dan akhirnya menonton "Jeritan Kuntilanak".
Unsur-unsur "sensual" yang tidak termuat secara eksplisit di judul film "Jeritan Kuntilanak" rupanya tidak berarti film ini pure horor macam film "Jelangkung" atau "Tusuk Jelangkung". Bahkan saya merasa antara judul dan jalan ceritanya itu ndak nyambung.
Saya malah menyaksikan akting-akting datar, adegan-adegan yang membuat capek (capek ngakak dan mencela-cela), jalan cerita yang menjadi tidak penting, backsound yang cuma bikin gemas (karena cuma bikin kaget), hingga penampilan hantu yang lebih sering muncul daripada si pemeran utama.
Namun, siapa bilang ini film melulu menimbulkan kengerian? Simak saja penampilan pemerannya dengan pakaian ketat yukensi, si Julia Perez yang semledhot hingga auratnya kelihatan di mana-mana, tak kalah penampilan Catherine Wilson yang sok misterius namun tetep menonjolkan kesensualannya. Plus, penampilan pacar si Jupe, Gaston Castano, pemain bola yang dipaksa akting dengan bahasa Indonesia belibet, di adegan yang gak jelas juga maksudnya.
Saya sendiri merasa sangat terhibur sekaligus prihatin. Beberapa film (yang seharusnya) horor bahkan dengan terang-terangan menjual "kesensualan"-nya dengan ekspilisit.
Contoh aja di poster film "Hantu Binal Jembatan Semanggi" di atas. Terang-terang ada tagline: "Kuntilanak Diperkosa Jenglot". Pikiran saya langsung mengimajinasikan si tokoh utama Jenglot dengan tubuh kecil sedang beradegan panas dengan Kuntilanak. Gimana tuh caranya? Jenglot kan kecil banget? Hihihihi..
Belom lagi kalo membaca sinopsisnya di situs Cineplex 21, mata saya begitu tertuju pada kalimat, "Lalu, bagaimana dengan semua wanita sensual, merangsang itu?" sontak langsung bisa menebak ke mana arah film ini. Ndak percaya? Silakan liat trailernya deh.
Saya ndak tau apa di benak para sineas dari komunitas film alam ghaib ini. Apakah unsur sensualitas dimaksudkan sebagai daya tarik film horor? Atau justru sebenernya mau bikin film sensual namun dibalut dengan tema horor?
Apakah kualitas pekerja film kita kembali ke era 90-an di mana lebih banyak membuat film "sekwilda-bupati" (sekitar wilayah dada buka paha tinggi-tinggi)?
Akhirnya bukan kengerian yang saya dapat selama menonton film-film horor ini, namun justru kelucuan dan sensualitas yang saya dapatkan. Atau saya memang berniat liat "akting" para bintang ini "menjual diri"?
Hihihihi.. *ketawa kuntilanak*
Tag: horor, Film Indonesia, sensual, hantu, kuntilanak
Terkait:
-
INI DIA TRAILER TE[REKAM] - Jadi Benarkah Meniru [REC]
Jumat, 5 Feb '10 18:07 -
In The Name of Love Ini Film Indonesia Lho!
Sabtu, 23 Jan '10 16:24 -
Debat Kusir Yang Cantik
Sabtu, 2 Jan '10 15:04

Komentar:
TOP banget review nya.
waktu liat judul hantu binal saya juga terheran-heran sendiri. Yang binal itu hantunya atau para pemain film nya?
Ada yang kelupaan tuh mas, film-film nya dewi perssik.
TOP banget buat diketawain. huahahahaha
anyway, saya pernah ditantang nonton film horor indonesia sama teman. waktu itu judulnya Anak Setan. tantangannya, dilarang ketawa sepanjang film!! duuuuh... liat aktingnya dan hantunya, mana tahan nggak ngakak!!
"Lalu, bagaimana dengan semua wanita sensual, merangsang itu?"
ya, bagaimana kira2 nasib mereka semua itu yah?!
Hodob! kapan berkualitasnya Film Indonesia kalo gini caranya?!
Silahkan login untuk memberikan pendapat