An Education: Nominator Oscar Ini Berasa Film Indonesia 80an 10
Rabu, 3 Feb '10 09:15
Jenny adalah siswi kelas 3 SMA yang cerdas dan cantik, hidup di suburban kota London tahun 1960-an. Dengan didikan ayahnya yang kaku, Jenny diharuskan lulus ujian akhir dengan nilai gemilang agar kelak bisa meneruskan kuliah di jurusan sastra Inggris, Oxford. Jenny gemar bermain cello dan saat berlatih orkestra Jenny menangkap sinyal-sinyal asmara dari Graham, pemain biola yang juga murid kelas 3 SMA.
Graham pun mulai melancarkan jurus-jurus pendekatan dan Jenny tidak menolak, meski suasana kadang jadi kikuk karena Graham memang digambarkan sebagai pemuda yang nerdy dan geeky. Lalu Jenny berjumpa dengan David, pria dewasa yang bersikap sangat manis padanya. Perkenalannya dengan David membawa Jenny memasuki dunia baru kalangan high society London yang bahkan belum pernah diimpikannya. Nonton konser musik klasik, opera, lelang lukisan dan tentunya berdandan cantik serta mengenakan gaun-gaun indah.
Singkatnya, Jenny mabuk kepayang. Dia merasa tidak lagi perlu repot-repot kuliah di Oxford untuk bisa menikmati taraf hidup yang dia inginkan. Apalagi David sangat charming, sehingga diluar dugaan berhasil membujuk orang tua Jenny yang konservatif untuk mengijinkan Jenny pergi keluar kota selama akhir pekan, bahkan kemudian membolehkan Jenny ke Paris berdua saja dengan David. Tentunya, baru belakangan terungkap kalau David menyimpan berbagai kebusukan dan tipu muslihat. Padahal Jenny sudah terlanjur meninggalkan sekolah dan mencampakkan semua peluang yang dimilikinya.
Lalu bagaimana Jenny memperbaiki kerusakan sistemik yang sudah ditimbulkannya? Nonton sendiri dong! Saya sangat menikmati opening dan seterusnya sampai masalah mulai timbul. Film ini tidak hanya cantik secara visual tapi juga menggemaskan. Tapi entah kenapa, tiba-tiba di tengah film saya merasa, sebenarnya nuansa film ini kok mirip film drama Indonesia tahun 1980an ya…
All that glitter is not gold. Begitu kira-kira salah satu pesan film ini. Nama Nick Hornby sebagai penulis skenario-lah yang pertama membuat saya kepincut dan ingin nonton An Education, yang dibuat berdasarkan memoir Lynn Barber. Saat menonton, ternyata saya juga menikmati set dan dandanan tahun 1960an, mulai dari gaya anak SMA yang simpel dan innocent sampai perempuan dewasa yang sophisticated. Seru!
Akting Carey Mulligan sebagai Jenny dipuji banyak pihak, bahkan memenangi British Independent Film Award serta 6 awards lain sebagai best actress di Chicago, Toronto, Hollywood dll, termasuk nominasi Golden Globe dan Oscar 2010. Dan film ini juga dinominasikan sebagai Best Motion Picture di Academy Award!
Tag: pendidikan, inggris, oxford
Terkait:
-
Freedom Writers (3)
Minggu, 24 Jan '10 03:37
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
ibhe: Informatif
-
kniwe: Informatif
-
jokotarub: Box Office
-
Gambliz: Informatif
-
playmovies: Informatif
-
venus spice: Good Take
-
oksbangs: Good Take
-
justnisa: Informatif
-
Titiw: Good Take

Komentar:
pasaran mana? kalo pasar minggu sih ya mmg gak ada kali... hehehe..
tapi aye dah nonton dooong... cakep! cakep mmg si neng Jenny itu! bikin gemeeezzz...
(Siap2 asah clurit
Carey emang charming ya... sy kira film ini film yg bahagia dream come true supposed to be true love gitu, ternyata eh ternyata...
playmovies: nice twist di tengah2 ya! tetapi eh tetapi saya sudah menduga sih dari awal, that mature guy is too good to be true, pasti ada udang dibalik bakwan!
Silahkan login untuk memberikan pendapat