Gran Torino: Dirty Harry is back? 7
Kamis, 4 Feb '10 16:09
Ya, ini memang bukan film baru. Tapi alasan saya menulis artikel ini karena betapa saya terkesima oleh Clint Eastwood.
Manohla Dargis menulis di New York Times: "Dirty Harry is back, in a way, in "Gran Torino," bukan sebagai karakter tapi sebagai pengaruh. Ya, saat menonton film ini anda akan merasakan aura Dirty Harry sangat kuat di dalamnya). Terlebih saat melihat wajah Clint Eastwood yang jarang tersenyum. Wajahnya sudah monumental sekarang. yeng membuat miris adalah ... gerakan tubuh kakunya dan suara dehem beratnya. saya sangat kagum pada Clint Eastwood dalam film ini. Luar biasa, saking kagumnya, saya mengumpulkan testimonial dari media lain tentang film ini.
Pujian kembali datang untuk Clint Eastwood dari Joe Morgenstern yang menulis untuk Wall Street Journal, dia berkomentar: "No one makes movies like Gran Torino any more, and more's the pity. This one, with Clint Eastwood as director and star, is concerned with honor and atonement, with rough justice and the family of man. It raises irascibility to the level of folk art, takes unapologetic time-outs for unfashionable moral debates, revives acting conventions that haven't been in fashion for half a century and keeps you watching every frame as Mr. Eastwood snarls, glowers, mutters, growls and grins his way through the performance of a lifetime."
Elizabeth Weitzman dari New York Daily News juga ikut berkomentar "it's clearly a career-capping work."
Kenneth Turan dari The Los Angeles Times bilang "is impossible to imagine without the actor in the title role. The notion of a 78-year-old action hero may sound like a contradiction in terms, but Eastwood brings it off, even if his toughness is as much verbal as physical. Even at 78, Eastwood can make 'Get off my lawn' sound as menacing as 'Make my day,' and when he says 'I blow a hole in your face and sleep like a baby,' he sounds as if he means it."
Sedikitnya ada 4 alasan mengapa saya menyukai film ini:
- Clint Eastwood Menunjukkan karakter yang ia perankan sangat patriotis, bangga dengan 'perangnya'-- bahkan rela mati jika perlu-- cuma untuk meraih medali (dan ia meraihnya),
- Ia sudah tua tapi belum bisa menerima kenyataan kalau dunia sudah berubah (dan semua orang sepertinya--terlihat atau tidak--kurang menghargainya atas apa yang telah ia lakukan untuk negaranya),
- Bahkan dengan perubahan sifatnya, ia menunjukkan bahwa orang cenderung reaktif--ketimbang responsif-- dan takut untuk berubah, dan
- Toleransi bisa mengarah ke perdamaian (he tries to give tough love, but he becomes softer in his response--instead of his reaction--after giving and receiving genuine love).
Sepertinya semua orang di sekitarnya cuma menginginkan Gran Torino dan semua barang miliknya, bahkan sebelum ia matipun. Dia tinggal dalam sebuah komunitas yang sedang mengalami perubahan, and he knows absolutely nothing about culture, diversity, ethnicity, race, or sexual orientation. Intinya, ia belum bisa menerima perubahan di sekitarnya, perubahan jaman. Dan karena ia sama sekali tidak dihormati ataupun dihargai orang sekitarnya, jadi, kenapa dia harus? Percaya pada orang lain adalah hal yang sangat sulit untuk ia lakukan.
Jika ini menjadi filmnya Clint Eastwood yang terakhir, Saya cuma bisa bilang penampilannya, dalam film yang menakjubkan ini, adalah legend. Ada banyak memang penampilan-penampilan yang luar biasa seperti dalam "Milk" (Sean Penn), "Australia" (Hugh Jackman and Nicole Kidman), "Changeling" (Angelina Jolie dan Clint Eastwood sebagai sutradara), dan "The Dark Knight" (yang membuat kita merinding berkat bintang "Brokeback Mountain", Heath Ledger). Jika kita perhatikan, ada beberapa penampilan yang bukan cuma menakjubkan, tapi juga merekat dalam ingatan hingga secara tak sadar kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Meski saya bukan gay, saya akui bahwa saya tergerak oleh akting Sean Penn sebagai Harvey Milk, Saya tergerak dalam kemistri romantis yang dihadirkan oleh Hugh Jackman dan Nicole Kidman, Apalagi penampilan Angelina Jolie yang sempurna. TAPI, I give the top honor to Clint Eastwood untuk semua filmnya yang menghibur sekaligus mendidik. Dan, "Gran Torino" (2008) adalah masterpiece. Seperti versi ironisnya 'Dirty Harry'. Bahkan, membuat saya ingat dengan karakter Paul Newman dalam "Nobody's Perfect".
Jika anda belum menonton film ini, saya sangat menyarankan anda untuk menontonnya. Saya berani taruhan, anda akan merasakan apa yang saya rasakan. KAGUM!
Cast: Clint Eastwood (Walt Kowalski), Christopher Carley (Father Janovich), Bee Vang (Thao Vang Lor), Ahney Her (Sue Lor),John Carroll Lynch (Barber Martin), William Hill (Tim Kennedy), Brooke Chia Thao (Vu)
Running Time: 116 minutes
Director: Clint Eastwood
Company: Matten Productions
Genre: Crime-Drama
Grand Torino Trailer
Tag: Gran Torino, Clint Eastwood

Komentar:
kakek satu ini mmg keren abis! eh, berapa umurnya skrg? 75 lebih kali ya?
buat saya masterpiece dia tetep Million Dollar Baby. Saya dulu sampek tercabik-cabik rasanya pas nonton, dan tetap membekas lama setelah keluar bioskop.
Mystic River oke juga. Kalo seandainya ada kesempatan ngobrol sama Opa Clint, saya mau tanya, gimana sih caranya menyutradarai sekaligus main di film itu, dgn hasil yg sama bagusnya sbg sutradara & aktor?
DVDnya ada gak bang? cari kemana ya?
jokotarub: ada, masnya mesti semangat nyarinya.. jangan menyerah! hehehe
kurangnya film ini tu satu, tapi fundamental, aku bener2 terganggu sama akting Thao Vang Lor.....aduh...bener2 ga imbang sama si Eastwood.....
ibaratnya gatal yang ada di punggung tapi nggak terjangkau oleh tangan kita untuk menggaruknya ya? hahaha nggak jelas
soundtracknya juga OK
Silahkan login untuk memberikan pendapat