500 Days of Summer (2009) 11
Rabu, 17 Mar '10 11:19
WARNING : SPOILER ALERT
Film ini bahkan, seperti diwarning naratornya diawal, adalah bukan film tentang cinta. Film ini adalah film tentang patah hati, tentang hubungan yang berlangsung selama 500 hari, dimana 289 hari diantaranya adalah tentang pertemuan dan kemesraan, sementara 211 hari sisanya adalah tentang kehilangan semangat dan gairah.
Tapi film ini juga bukan tentang suasana murung dan sedih soal keputusasaan akibat dari berakhirnya sebuah relationship yang sedemikin intens, karena bagaimanapun juga, film ini tetep berada pada genre komedi. Lagipula, meskipun ada kesedihan dan kemarahan itu, selalu ada pesan, meskipun pahit, yang ada di dalamnya.
Film ini adalah tentang bagaimana seorang cowok harus menghadapi kenyataan bahwa seorang cewek cakep idola banyak orang, yang mengaku tidak butuh pacar, yang tidak nyaman berstatus “pacar seseorang”, yang suka menjadi diri sendiri dan melakukan semuanya sendiri, yang tidak butuh relationship karena relationship is messy dan orang jadi terluka karenanya, yang pengen having so much fun selagi bisa, dan menganggap bahwa cinta itu tidak ada dan hanya fantasy belaka, ternyata kemudian bisa menjadi sangat deket, dan tidak cuman pada tahap sex dan sense humor, namun, jauh sampe kepada tahap mau share tentang pandangan2nya, yang tidak pernah dishare kepada siapapun.
Dan bagaimana kemudian kenyataan itu harus dibenturkan lagi pada kenyataan lanjutan bahwa bahkan ketika sudah sampe pada tahap itu, sang cewek akhirnya minta lebih baik tidak ketemu lagi, berpisah selama 112 hari, namun kemudian bertemu lagi, membagi keintiman lagi, hanya untuk kemudia tahu bahwa sang cewek udah bertunangan dengan cowok lain dan kemudian menikah.
12 hari setelah pernikahannya, sang cewek menemui cowok itu di tempat favorit sang cowok, dan dengan suara dan gesture kalemnya, menjelaskan semuanya. Bagaimana dia, yang tidak ingin berstatus sebagai “pacar seseorang”, tiba-tiba memutuskan untuk menjadi “istri seseorang”, bagaimana dia kini percaya apa yang dulu dikatakan oleh cowok itu tentang destiny, soul mates, dan true love, dan itu terjadi begitu saja, seperti emang udah dimaksudkan demikian, namun terhadap cowok lain. Sang cewek juga merasa surprise, bahwa ternyata dia bukanlah menjadi "apa yang seharusnya terjadi" bagi sang cowok itu.
Selain dari plotnya yang menarik, cara bercerita Marc Webb juga terhitung luar biasa untuk seorang sutradara debutan. Pantes dia langsung diplot sebagai sutradara Spiderman versi reboot yang terbaru nanti. Yang paling terasa tentu saja bagaimana dia memvisualkan cerita yang hari2nya bedasarkan nomer ini, sehingga penyajiannya yang lompat2 pun jadi terasa begitu menarik dengan hari-hari yang diberi nomor ini. Bagaimana potongan2 scenenya beserta add on efek juga menbuat unsur komedinya meskipun rada lebay, tapi justru berasa cerdas,. Dan bagaimana dia bisa tetep membuat para cast ini menjadi begitu maksimal dalam perannya masing-masing. Khususnya di scene ketika sang cewek menjelaskan kepada sang cowok knapa dia tiba-tiba menikah (and how I loooooove Zoey dengan intonasi kata dan gesturenya di scene ini).
Pada akhirnya, setelah semua hal2 utama telah beres (plot, directing, cast), add on detailnya pun juga semakin membuat ketawa2 di film ini menjadi semakin lancar. Tentang bagaimana justru adik kecil dari sang cowok itu yang bertugas jadi konselor kakaknya dalam segala hal, tentang temen2 konyol sang cowok, suasan kerjanya, dialog2nya, narrator yang membacakan naskah ceritanya, quote2 lucunya, dan tentu saja, sountracknya !.
Tag: Hollywood, zoey, drama comedy
Terkait:
-
Bagaimana Menentukan Film Yang Berkualitas
Senin, 9 Agu '10 14:51 -
The Last Station (2009)
Minggu, 20 Jun '10 04:17 -
The Dangerous Lives of Altar Boys (2002)
Kamis, 3 Jun '10 13:28
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
kniwe: Good Take
-
nandojamur: Good Take
-
sabai: Good Take
-
agus wibisono: Good Take
-
oksbangs: Informatif
-
Si Pisau Terbang: Good Take
-
jokotarub: Informatif
-
tyazmaniandevil: Good Take

Komentar:
quote yg jadi inti..
tapi gw agak kurang setuju dgn karakter yg diperankan zoey. (bukan zoey-nya).
endingnya summer nikah sama cowok juga. huh! klise...
(eh, maap spoiler. asumsi yg komen udah pd nonton smua yaaa...)
Selain itu yang aku suka dari film ini adalah alurnya yang ambilnya tidak beraturan,, hehehe.. Tapi memang bener-bener menjelaskan cinta.. ada senang, sedih bahagia, susah...
tapi kali ini yang tidak tipikal adalah, tidak perlu ditunjukin dia akhirnya jatuh cinta dan merit sama siapa. justru yg ditunjukin adalah cowok yang nda jadi merit sama dia.
dan itu yang bikin nice angle di storynya kaan... *pemaksaan opini*
dan believe me, i share the feeling kenapa sampe di awal film ada pesan lucu tentang bahwa cerita ini tidak ada hubungannya dengan nama seseorang.
Setuju kalo smua blng plotnya unik...tidak membosankan..! pilihan musicnya juga keren! (yang mau, sy sdh punya versi lengkapnya)...
Silahkan login untuk memberikan pendapat